Beranda blog Halaman 50

    Cara Dispora Kaltim Budayakan Olahraga dan Menghadapi Perkembangan Teknologi (2-Habis)

    0
    Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    Memanfaatkan kemajuan teknologi secara konstruktif menjadi jurus Dispora Kaltim menghadapi perkembangan teknologi untuk membudayakan olahraga.

    DI lingkup olahraga masyarakat, tantangannya bersifat kecepatan dan kemenarikan pesan moral gaya hidup sehat kepada publik generasi z dan alpha. Lingkup ini
    menghubungkan olahraga dengan ranah gaya hidup, pariwisata, fashion, budaya, dan pengembangan komunitas serta pusat-pusat kebugaran, terutama di masyarakat perkotaan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Digitalisasi teknologi generasi 4.0 akan mempercepat kemajuan yang serba terbuka lebar. “Hal-hal yang berhubungan dengan sport promotion dan sport marketing untuk berbagai sarana dan prasarana serta jasa olahraga yang tumbuh di era disrupsi,” papar Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, Suriani.

    Baginya, digitalisasi teknologi bisa mempermudah untuk berbagai urusan, mempercepat proses, dan menyederhanakan berbagai mekanisme yang rumit. Namun demikian layar ponsel atau komputer/laptop tidak dapat secara serta merta menggantikan fungsi kontrol bagi kebutuhan gerak dalam aktivitas olahraga.

    Gerak fisik untuk urusan pekerjaan, menurut Suriani, dapat terdisrupsikan melalui perangkat teknologi yang menjadikan pekerjaan lebih ringan. Aktivitas fisik untuk olahraga tentu tidak bisa digantikan dengan menciptakan sensasi bermain secara virtual.

    Dalam dunia virtual bentuk permainan olahraga bisa didesain sangat menarik dan menantang tanpa ada risiko cedera, tetapi bermain di dunia nyata di lapangan. “Anak Indonesia bukan saja mendapatkan suasana gembira, tetapi juga menjadi sehat dan bugar,” pungkas Suriani. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    UPTD PPO Tangani Dua Stadion

    0
    Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora Kaltim melalui UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), bertanggung jawab atas dua stadion di Kota Samarinda. Pertama Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening di Jalan K. H. Wahid Hasyim, dan Stadion Utama Palaran di Jalan Stadion Utama Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Kalau di UPTD ini, ruang lingkup kerjanya ada di Stadion Utama Palaran dan Gelora Kadrie Oening,” ucap Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi.

    Meski hanya menangani dua lokasi, ujar Junaedi, jika ditilik lebih dalam, tugas UPTD PPO seharusnya menangani seluruh prasarana hingga kabupaten/kota. Namun, lantaran memiliki wilayah kerja masing-masing, wewenang tersebut diserahkan kepada Dispora kabupaten/kota. “Makanya pertanggungjawabannya ada di masing-masing Dispora di sana,” ungkapnya.

    Junaedi menerangkan, secara pemaknaan, ada perbedaan antara sarana dan prasarana. Secara bentuk, sarana umumnya benda yang bisa dipindah-pindah, sedangkan prasarana umumnya berbentuk benda yang tidak bisa dipindah-pindah.

    “Secara sifat, sarana cenderung habis pakai, sedangkan prasarana bersifat tidak habis pakai,” ujarnya. “Fungsinya juga berbeda. Sarana memiliki fungsi utama dalam suatu kegiatan, sedangkan prasarana berfungsi sebagai penunjang,” ulas Junaedi.

    Secara spesifik, Junaedi menerangkan, prasarana sejatinya hanya terkait pada pengelolaan venue yang terdiri dari indoor dan outdoor. “Sementara sarana yang menjadi bagian di dalam prasarana terkait dengan peralatan. Khususnya di cabor (cabang olahraga, Red.),” tukas Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    KabupatenKota Diminta Rutin Laksanakan Kejuaraan

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora di seluruh kabupaten/kota, diimbau untuk rutin menggelar kejuaraan olahraga. Tujuannya, tak lain agar kejuaraan olahraga tersebut menjadi wadah latihan dan evaluasi. Khususnya bagi para atlet.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan kejuaraan olahraga ini sekaligus menjadi wadah penjaringan bibit unggul calon atlet masa depan. “Kompetisi lokal penting sebagai sarana untuk mengasah keterampilan dan mental bertanding atlet,” ujarnya.

    Kejuaraan olahraga, lanjut Rasman, harus diterapkan secara masif. Hal ini dilakukan agar Dispora di masing-masing kabupaten/kota tak hanya mengandalkan Dispora Kaltim saja. “Ini juga berkenaan dengan peran tiap kabupaten/kota untuk menjaring atlet di daerah mereka,” ucapnya.

    Menurut Rasman, kejuaraan olahraga di tingkat kabupaten/kota bisa meningkatkan pengalaman bertanding. Selain itu juga memberikan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan potensi mereka dari jenjang yang lebih dasar untuk menuju ke jenjang lebih tinggi. “Jika berbakat, mereka tidak hanya menjadi wakil Kaltim di nasional, tapi juga di tingkat internasional,” ungkapnya.

    Lewat kejuaraan olahaga ini, jelas Rasman, Dispora di kabupaten/kota bisa menciptakan ekosistem olahraga yang lebih baik. Dimana, bakat-bakat muda dapat teridentifikasi dan dibina dengan baik. “Dispora Kaltim juga akan memberikan dukungan penuh kepada kabupaten dan kota dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut,” ulasnya.

    “Setiap daerah punya tanggung jawab moral, pembinaan dan mengidentifikasi cabang olahraga unggulan mereka di tiap kabupaten/kota,” pungkas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pemuda Pelopor dari Kaltim Selalu Juara di Tingkat Nasional

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kaltim selalu menempatkan wakilnya sebagai juara di Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat nasional. Dari 5 bidang yang dilombakan, setiap tahun Benua Etam dipilih sebagai juara di salah satunya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Untuk diketahui, Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat nasional merupakan program unggulan Kemenpora. Di Kaltim, proses seleksinya dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Setelah itu, mereka di seleksi kembali di tingkat provinsi melalui pelbagai tahapan.

    “Kaltim menjadi salah satu daerah di luar Pulau Jawa yang mampu menjadi juara,” kata Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta.

    Pernyataan itu tentu saja bukan sesumbar. Tiga tahun terakhir, pemuda Kaltim mampu bersaing. Di 2023, Kaltim tampil sebagai Juara III Bidang Pendidikan yang diraih Yuni Handayani dari Kota Samarinda.

    “Di 2022, Kaltim Juara I Bidang Pangan lewat Hamzah Al Fauzi. Dia berasal dari Desa Dondang Tengah, Muara Jawa, Kukar,” ujar Mardareta.

    Pada 2021, Kaltim juga keluar sebagai Juara I di Bidang Inovasi Teknologi lewat Utari Octavianty yang berasal dari Balikpapan. Tidak heran, beberapa tahun lalu Kaltim menerima penghargaan sebagai Penggerak Pemuda Pelopor.

    “Karena kami mengembangkan pemuda Kaltim secara berkelanjutan. Untuk menghasilkan Pemuda Pelopor, upaya kami sampai saat ini tidak pernah putus,” tutup Mardareta.

    Sebagai informasi, bidang yang dilombakan di Pemilihan Pemuda Pelopor adalah Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Pendidikan, Bidang Inovasi Teknologi, Bidang SDA, Lingkungan dan Pariwisata, dan Bidang Pangan. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Cara Dispora Kaltim Budayakan Olahraga dan Menghadapi Perkembangan Teknologi (1)

    0
    Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    Perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus dihadapi. Persoalannya, bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi secara
    konstruktif?

    SURIANI, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, menyatakan, lingkup olahraga pendidikan memiliki persoalan dalam penyiapan sumber belajar dalam bentuk instruksi, modul, sintak, panduan audio visual, dan lain-lain yang lebih melengkapi fungsi guru, bukan menggantikannya di cloud.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Pola pembelajaran yang bersifat blended learning plus menjadi tuntutan agar interaksi pedagogis keolahragaan tidak terbatas pada tatap muka formal konvensional. Ekstrakurikuler olahraga kemudian menjadi materi andalan menarik bagi generasi z dan generasi alpha yang alokasi waktu dan tempatnya lebih leluasa. Tantangan utamanya
    adalah instruksional keolahragaan berbasis e-learning dan i-learning.

    Konsep bermain secara digital tidak untuk menggantikan permainan di dunia nyata. Logika seperti itu yang digunakan untuk menyikapi hadirnya e-sport dalam kurikulum. “Bisa diterima secara bersyarat, bisa pula ditolak karena alasan substansi yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,” ucapnya, mengutip laporan SDI 2023 Kemenpora.

    Di lingkup olahraga prestasi, tantangannya lebih bersifat pada inovasi pengembangan instrumentasi detail performansi atlet sebelum, selama, dan setelah latihan. Ilmu-ilmu fisiologi dan biomekanika sudah lebih maju dibandingkan cabang ilmu lain dalam hal pengembangan software maupun hardware-nya.

    Penyelenggaraan kompetisi dan event olahraga prestasi akan dihadapkan pada tantangan yang lebih bervariasi berhubungan dengan pernik sarana dan prasarana, serta jasa tuntutanera disrupsi teknologi generasi 4.0. “Juga terkait dengan sport information, bahkan untuk spionase keolahragaan,” ujarnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Duduk Perkara Wacana Retribusi di Kompleks Gelora Kadrie Oening

    0
    Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Retribusi masuk ke Kompleks Gelora Kadrie Oening, Kota Samarinda, sempat menuai polemik di masyarakat. Kebijakan itu akhirnya urung dilaksanakan meski telah mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kaltim Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Junaedi, Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), Dispora Kaltim, mengatakan perda tersebut diterbitkan tidak untuk memberatkan masyarakat. Tetapi untuk menunjang kepentingan masyarakat. Khususnya yang datang ke Kompleks Gelora Kadrie Oening.

    “Biaya yang dikeluarkan itu dikembalikan lagi ke masyarakat, tentu dalam bentuk pemeliharaan semua fasilitas yang tersedia di sini,” ujarnya. “Seperti halnya pemeliharaan, kami ambil dari kas daerah. Karena sebagian dari kas daerah itu juga bersumber dari retribusi di sini jika kebijakan itu dilaksanakan,” ulas Junaedi.

    Dia menjelaskan, sebenarnya jika kebijakan ini dilaksanakan, seluruh hasil retribusi yang terhimpun dalam satu bulan tersebut juga tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan Kompleks Gelora Kadrie Oening. Meski tak mengungkap data, Junaedi menyebut anggaran untuk pemeliharaan yang ada sangat tidak mencukupi. “Ini contoh saja. Untuk bayar listrik Hotel Atlet selama 10 hari saja, itu mencapai Rp 48 juta. Jadi sebenarnya tidak sebanding. Apalagi dengan pelayanan kebersihannya di sana,” ungkap Junaedi.

    Soal wacana retribusi masuk ke Kompleks Gelora Kadrie Oening yang dikritik keras masyarakat, dia mengaku menerima dengan lapang dada. Apalagi masyarakat juga punya alasan kuat, lantaran pembangunan di sana menggunakan APBD Kaltim.

    “Masyarakat kritis, kami menerima. Tidak masalah. Namun masyarakat juga harus tahu bahwa ada regulasi yang harus dijalankan,” ucap Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Gubernur Terpilih Harus Libatkan Perusahaan Bina Cabor

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, mengatakan pemimpin Benua Etam harus bisa memberikan perhatian lebih kepada seluruh cabang olahraga (cabor). Misalnya, mendorong partisipasi aktif perusahaan membina atlet sebagai bapak asuh. “Ini bisa direalisasikan lewat intervensi kebijakan,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rasman menjelaskan, Pemprov Kaltim bisa menetapkan kebijakan ketat. Misalnya, tidak memberikan izin beroperasi kepada perusahaan bersangkutan jika tidak memberikan kontribusi kepada dunia olahraga Kaltim.

    “Itu yang kami dorong,” ucapnya. “Memang ini bukan wilayah saya, tapi ini merupakan aspirasi agar dunia olahraga kita bisa maju bersama semua pihak,” jelas Rasman.

    Bagi Rasman, perusahaan-perusahaan bisa memberikan perhatian khusus kepada peminat prestasi olahraga di Kaltim. Menjadi bapak asuh merupakan langkah minimal yang bisa dilakukan. Kendati demikian, dia menegaskan, menjadi bapak asuh juga bukan sekadar memberi bantuan saat ada kejuaraan.

    “Bantuan yang diberikan harus dimulai dari pembibitannya, pemusatan latihannya, keikutsertaan di ajang nasional dan internasional, sampai ajang multievent. Sehingga menjadi kebanggan Kaltim dan perusahaan yang beroperasi di sini,” terangnya.

    Rasman menyebut, kepedulian perusahaan-perusahaan terhadap dunia olahraga memang ada. Namun hanya sebatas menggelar event olahraga tertentu, bukan ke ranah pembinaan secara serius.

    Makanya, sangat memungkinkan jika Pemprov Kaltim melakukan intervensi melalui Pergub. “Sangat memungkinkan, tergantung kebijakan gubernur. Kalau ada instruksi gubernur harus dibiayai, tidak mungkin perusahaan menolak,” sebutnya.

    “Mudah-mudahan di pilkada nanti dua calon gubernur ini punya atensi untuk itu, menggerakan perusahaan-perusahaan Kaltim untuk melakukan pembinaan secara komperhensif,” timpal Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ada 4 Dimensi Penilaian di Pemilihan WMP Berprestasi Kaltim 2024

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    Banner Dispora Kaltim (1)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, menjelaskan ada 4 dimensi penilaian dewan juri di Pemilihan Wirausaha Muda Pemula (WMP) Berprestasi Kaltim 2024. Diantaranya motivasi,karakter, keterampilan, dan profil wirausaha.

     

    Untuk dimensi motivasi, bobot penilaiannya 10 persen. Karkter 50 persen. Keterampilan 30 persen. Sementara profil wirausaha 20 persen. “Masing-masing dimensi juga punya indikator yang menjadi dasar penilaian,” katanya.

    Dari 4 dimensi itu, profil wirausaha menjadi indikator yang paling menarik. Pasalnya, di dimensi itu peserta yang merupakan WMP akan ditelisik lebih auh mengenaik produk-produk baru yang dikembangkan ecara inovatif. Selain itu, berkembangnya volume produksi dan pemasaran juga menjadi penilaian tersendiri.

    “Kami juga melihat bagaimana berkembangnya keuntungan bersih yang mereka terima dan meningkatnya kekayaan bersih (aset, Red.) yang mereka miliki,” ujar Mardareta.

    Meski begitu, 3 dimensi lain juga tak kalah menarik. Sebab, Dispora Kaltim juga menelisik lebih jauh keterampilan peserta sebagai WMP. Misalnya, keterampilan memilih enis usaha, mengelola produksi, mengembangkan pemasaran, pengelolaan keuangan dan permodalan, hingga mengelola kelompok usaha dan jalinan kemitraan.

    “Semua itu menjadi penilaian penting, selain indikator lain yang terdapat di dimensi motivasi dan karakter,” ungkap Mardareta. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Persaingan Pemuda Makin Kompetitif

    0
    Salah satu Pelatihan Kecakapan Hidup bertema Content Creator yang digelar di Paser, beberapa waktu lalu. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Persaingan pemuda Benua Etam diprediksi semakin berat tahun depan. Salah satu alasannya adalah kehadiran IKN di PPU. Potensi banyaknya pendatang dari luar Kaltim, disinyalir membuat persaingan makin kompetitif.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, untuk membekali pemuda lokal, Bidang Pengembangan Pemuda membekali mereka dengan lefeskill lewat pelatihan.

    “Kita jangan jadi penonton. Misalnya ketika pemerintah membutuhkan sebuah desain. Itu hal kecil. Tapi justru orang luar Kaltim yang mengerjakannya,” ucapnya. “Begitu juga Ketika ada event-event besar di sini, tapi ternyata EO orang Jakarta,” sambung Rusmuliadi.

    Dia berharap, kebutuhan Kaltim terhadap segala sesuatu tidak lagi menggunakan SDM dari luar. Pemuda Kaltim seharusnya juga diberi kesempatan agar memiliki kepercayaan diri terhadap apa yang dilakukannya. “Pemuda Kaltim harus memiliki skill, dan kita semua memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dan membuktikan diri,” ungkapnya.

    Makanya, program kerja Bidang Pengembangan Pemuda tahun depan masih akan fokus terhadap pengembangan skill pemuda Kaltim. “Tahun depan kami akan tingkatkan Kembali supaya pemuda Kaltim makin banyak yang punya skill. Ada sejumlah bantuan juga sebagai penopang skill yang mereka miliki,” ulas Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Program Pelatihan Fardhu Kifayah Bidik Pemuda Usia 16 sampai 30 Tahun

    0
    Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim, Bahri (kiri). (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Program pelatihan fardhu kifayah atau pengurusan jenazah dalam agama Islam, menargetkan pemuda berusia 16 tahun sampai 30 tahun. Hal ini sesuai dengan UU RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

    Bahri, Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim mengatakan, penetapan usia pemuda dari 16 tahun hingga 30 tahun tersebut merupakan aturan yang ada di UU RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Dimana, dalam Pasal 1 Ayat 1 disebutkan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. “Program pelatihan ini telah berjalan 4 tahun terakhir,” katanya.

    Bahri mengaku, meski tidak sempurna, lewat program pelatihan fardhu kifayah ini, para pemuda minimal mengetahui cara pengurusan jenazah. “Kami memberikan pemahaman bahwa hal-hal seperti ini tidak melulu harus orangtua yang melakukan. Mereka juga bisa melakukannya,” jelasnya.

    Disamping itu, ujar Bahri, program pelatihan ini diinisiasi saat masa pandemi COVID-19. “Saat itu kita melihat, begitu banyak jenazah. Kami berpikir, siapa lagi yang mengurus jenazah itu kalau bukan keluarganya. Jika orangua mereka yang wafat, setidaknya anak-anaknya bisa melakukan fardhu kifayah,” urainya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box