Beranda blog Halaman 48

    User Belum Percaya Kemampuan Pemuda Lokal

    0

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, mengatakan kemampuan pemuda di Kaltim masih banyak yang tidak dilirik oleh user. Meskipun pemuda di Kaltim memiliki sertifikat BNSP, kebanyakan user justru lebih memilih menggunakan pemuda dari luar Kaltim. “Contoh kecilnya kalau ada event bertaraf nasional di sini,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Bagi Rusmuliadi, tingkat kepercayaan user belum ada terhadap pemuda di Kaltim. Makanya, Dispora Kaltim melalui Bidang Pengembangan Pemuda, telah berproses mengupayakan hal tersebut. Sebenarnya, ucap Rusmuliadi, direalisasikannya program Pelatihan Kecakapan Hidup (lifeskill) agar user mampu menangkap peluang yang ada.

    “Kami gelar pelatihan lifeskill supaya user mengerti. Yang penting user percaya dulu, itu dasarnya. Apalagi kalau punya sertifikat BNSP. Kalau tidak punya, bagaimana bisa membuktikan kemampuannya?” ujarnya.

    Rusmuliadi mengaku, belum pernah melakukan survei khusus apakah ketidakpercayaan user terhadap pemuda lokal dikarenakan faktor lain seperti harga. “Kalau disebut lebih murah, saya tidak tahu. Kami belum lakukan survei secara khusus soal itu,” paparnya.

    “Tapi setiap ada kerjaan, tentu ada hasil dan ada nilai. Kalau mau nilai tinggi, hasilnya pekerjaannya juga harus bagus. Kalau sama saja, bagaimana user mau percaya,” timpal Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pedagang di Kompleks Gelora Kadrie Oening Punya Legalitas Hukum

    0
    Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaedi. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Fakta menarik diungkap Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), Dispora Kaltim, Junaedi. Dia menyebut, para oedagang yang berjualan di Kompleks Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening, Kota Samarinda, telah memiliki legalitas hukum.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Alhamdulillah, mereka sudah memiliki akta notaris. Bahkan SK Kemenkumham (Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, Red.),” paparnya.

    Lantaran hal tersebut, UPTD PPO secara khusus mengizinkan pedagang untuk berjualan di sana. Namun, kebijakan itu tak sekadar diberikan. Mereka yang berjualan di sana ternyata di hire langsung oleh UPTD PPO. “Ini sekaligus cara untuk menertibkan lokasi jualan mereka,” sebutnya.

    Jika para pedagang ini telah diatur sedemikian rupa, maka dampaknya diharapkan dapat dirasakan semua masyarakat. Baik masyarakat olahraga, maupun masyarakat umum seperti para pedagang. “Kami atur sedemikian rupa sehingga masyarakat olahraga juga terlayani, dan masyarakat umum seperti mereka juga terlayani. Jadi terjadi simbiosis mutualisme,” tandas Junaedi.

    Menurut Junaedi, masyarakat olahraga yang sedang beraktivitas di Kompleks Gelora Kadrie Oening, bisa memanfaatkan secara langsung pedagang yang berjualan. “Artinya, ada masyarakat yang berbelanja makanan dan minuman. Jadi mereka juga terfasilitasi,” bebernya.

    Junaedi mengingatkan, inti dari kebijakan ini adalah tertib dalam pelaksanaannya. Tak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga tertib di lapangan.
    “Sampah jualan para pedagang tidak berhamburan karena pasti akan menimbulkan dampak buruk. Dampaknya sampah ini banyak, selain masalah estetika yang tidak bagus. Dan ini semua kami coba tertibkan,” jelasnya.

    Junaedi mengatakan, UPTD PPO memang harus menyediakan ruang khusus bagi para pedagang. Tujuannya, agar tak ada lagi yang berjualan di atas trotoar. “Kami carikan space, dengan catatan pedagang juga harus istiqomah berada di lokasi yang sudah ditentukan. Kalau menetap di sana kan pembeli jadi tahu mau beli apa beli ke mana,” ucapnya. “Kemarin yang jualan di depan masjid (Masjid Al Insar di Kompleks Gelora Kadrie Oening, Red.) sudah kami tindak,” sambung Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Mutasi Atlet Mengacu SK KOMI Pusat

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Mutasi atlet saat PON sah dilakukan. Ini mengacu SK KONI Pusat Nomor 75 Tahun 2022 tentang Penyempurnaan ke Dua Peraturan Mutasi Atlet Dalam Rangka PON.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kendati begitu, Dispora Kaltim melalui Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, tak sepenuhnya sepakat. “Saya secara pribadi tidak respect dengan model seperti ini,” katanya.

    Menurut Rasman, jika ini terjadi di Benua Etam, cara instan yang dipakai tersebut justru menciderai upaya Dispora Kaltim yang telah melakukan pembinaan atlet. Terlebih, cara tersebut juga secara tidak langsung mengabaikan SDM di Kaltim. “Itu jadi sorotan bagi cabor yang melakukan itu. Apa yang dilakukannya selama ini sampai mendatangkan atlet dari luar Kaltim,” ucapnya.

    Kendati begitu, Rasman menyatakan, jika pun ada, persoalan mutasi atlet dari luar yang membela Kaltim di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, ada mekanismenya dan dibenarkan. “Itu sebenarnya sah, tapi ada aturan mainnya,” jelasnya. “Kalau tidak salah, ada syarat harus menetap 2 tahun di Kaltim,” tegasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pembangunan Pemuda Bukan Cuma Urusan Dispora

    0
    Kantor Dispora Kaltim di Kadrie Oening Tower. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menyatakan prestasi Kaltim yang masuk 5 besar nasional Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), tak hanya menjadi hasil Dispora Kaltim saja. Sebab, ada banyak pihak yang terlibat dalam meningkatnya IPP Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “IPP Kaltim 5 besar. Kalau ditanya apa yang dilakukan, yang jelas ini bukan hanya kerja Dispora. Kalau kerja Dispora saja urusan pembangunan pemuda ini sudah selesai,” katanya.

    IPP, ujar Rusmuliadi, merupakan kerja lintas sektor. Di Disnakertrans Kaltim, misalnya, program pembinaan dan pelatihan untuk pemuda juga dilakukan. “Ada juga Disperidagkop, mereka juga melakukan hal yang sama untuk UMKM yang dibangun pemuda,” ucapnya.

    Lantaran melibatkan lintas sektor inilah, jelas Rusmuliadi, semua pihak harus berperan untuk meningkatkan IPP di Kaltim. Bahkan perusahaan lewat program CSR, harus bisa berperan dalam konteks ini. “Kalau masyarakat berpikir ini kerja pemerintah, tidak masalah. Tapi harus diingat, membangun pemuda itu kerja bersama,” ungkapnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Kegiatan Bidang Pengembangan Pemuda Berorientasi ke Gen Z

    0
    Kegiatan Pelatihan Kecakapan Hidup yang digelar Dispora Kaltim. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Sejumlah kegiatan di Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, berorientasi kepada pemuda. Khususnya Gen Z. Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, kegiatan itu diantaranya kepemimpinan, kepeloporan, dan kemitraan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Di kegiatan kepemimpinan, ujarnya, Dispora Kaltim bahkan sempat melakukan kunjungan kerja ke Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Februari lalu. Di sana, Dispora Kaltim berupaya mewujudkan sinergisitas program kerja di Bidang Pengembangan Pemuda dari pusat hingga ke provinsi hingga kabupaten/kota.

    “Kami membahas rencana program kerja bidang kepemudaan Dispora Kaltim tahun 2025. Salah satunya sinergisitas program Kader Kepemimpinan Muda Daerah,” katanya.

    Dalam kesempatan itu dia berharap, Program Kader Kepemimpinan Muda Daerah juga daat dijalankan, tidak hanya di tingkat Provinsi tapi juga diadakan di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur. “Kami ingin program kepemudaan ini bersinergi dengan Kemenpora,” terang Rusmulyadi.

    Lalu ada pula kegiatan kepeloporan. Dimana, para pemuda dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim yang melakukan terobosan di pelbagai bidang, difasilitasi untuk mengikuti ajang tingkat nasional mengenai terobosannya. “Kalau kemitraan, kegiatannya berupa pertukaran pemuda. Baik di tingkat provinsi atau nasional, maupun tingkat negara,” ujarnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Menilik Masa Depan Hotel Atlet di Komplek Gelora Kadrie Oening (2-Habis)

    0
    Kondisi Hotel Atlet saat ini di pasca MTQ ke 30. (FOTO: Tim/Undas)

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengeluarkan biaya besar untuk melakukan rehabilitasi Hotel Atlet di Komplek Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening –Kota Samarinda. Makanya, sehingga pengelolaannya tidak boleh mangkrak lagi.

    KEPALA Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Prasarana Olahraga, Junaedi, menjelaskan Hotel Atlet yang memiliki 8 lantai ini dengan fasilitas setara hotel bintang tiga. Dengan kapasitas 273 kamar, terdiri dari 245 kamar double bed dan 28 kamar single bed.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Kami di UPTD tidak memiliki keahlian profesional dalam bidang perhotelan, sehingga perlu adanya kerja sama dengan pihak yang kompeten,” ujarnya. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Ikatan General Manager Hotel untuk melakukan konsultasi terkait standar pengelolaan hotel tersebut,” andas Junaedi.

    Saat ini, setidaknya sudah ada empat penawaran proposal dari pihak ketiga yang masuk. Termasuk beberapa perusahaan perhotelan besar seperti Falset Hotel Group, Makati Hotel International, Svizzera Hospitality Management, serta Pandawa Hospitality Management yang berasal dari Kaltim.

    Junaedi menambahkan, nantinya pihak ketiga akan dipilih melalui sistem beauty contest, di mana penawaran tertinggi dan kualitas terbaik dari segi pengelolaan dan pengembangan akan diprioritaskan.

    Dengan sistem kerja sama yang hati-hati dan teliti, Junaedi optimistis bahwa Hotel Atlet Sempaja dapat dikelola dengan baik ke depannya, memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kaltim, serta menjamin keamanan dan kelancaran dalam pelaksanaannya.

    “Salah satu indikator penentuan pemenang adalah penawaran tertinggi serta kualifikasi masing-masing. Kami juga memastikan pihak ketiga harus menanamkan modal sehingga nantinya akan menguntungkan pemerintah dan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkas Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Kaltim Punya Infrastruktur Olahraga Memadai

    0
    Stadion Gelora Kadrie Oening. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Keberadaan tiga stadion di Kota Samarinda menjadi cerminan memadainya infrastruktur olahraga di Kaltim. Tiga stadion itu adalah Stadion Segiri di JL. Kesuma Bangsa, Stadion Kadrie Oening di JL. Wahid Hasyim, dan Stadion Utama Palaran di Jl. Stadion Utama Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, menyatakan jika bicara mengenai hilir dunia olahraga, keberadaan sarana dan prasarana seperti stadion mutlak diperlukan. Apalagi, selain Kota Tepian, hal tersebut juga tersedia di Balikpapan, Kukar hingga Berau.

    “Di Kutim kemarin kita bahkan laksanakan Porprov. Intinya sudah sangat laik,” sebutnya.

    Bagi Rasman, jika bicara hilir dari dunia olahraga, maka harus ada kemauan seluruh stakeholder. “Termasuk dari orangtua dan sekolah si atlet, bahkan dari dinas yang menaunginya,” ungkapnya.

    Dia menegaskan, seluruh stakeholder harus berjalan bersama. Sebab, dampak yang paling dirasakan ada di atlet. “Kasihan atlet kalau kita tidak perhatikan kesejahteraannya,” tukasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Bidang Pengembangan Pemuda Gandeng Unmul Buat Grand Design Pemuda

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta (kiri). (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora Kaltim menggandeng Unmul untuk merancang grand design pemuda di Benua Etam 10 tahun mendatang. Proses perancangan grand design pemuda Kaltim saat ini dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak. “Mulai dari pakar, akademisi, hingga tokoh masyarakat,” ujar Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Menurutnya, pertanyaan seputar kemana pemuda Kaltim 10 tahun kedepan juga diterjemahkan sesuai dengan kebutuhan mereka di grand design ini. “Pemuda Kaltim itu butuh apa? Mau dijadikan apa? Itu intinya dari grand design ini,” ucapnya.

    Bidang Pengembangan Pemuda, urai Mardareta, tak ingin sekadar menyiapkan pemuda Kaltim untuk mengikuti arus zaman yang tidak memiliki kemampuan. Makanya, pemuda Kaltim harus memiliki skill dan daya saing. “Di Bidang Pengembangan Pemuda programnya peningkatan daya saing kepemudaan,” ungkap Mardareta.

    Dia menyatakan, pemuda Kaltim harus memiliki daya saing dulu. Di titik itu juga, bahkan, daya saing yang dihadapi juga harus diterjemahkan. “Itu yang kami lagi siapkan grand design supaya pemuda kita terarah,” ulasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Menilik Masa Depan Hotel Atlet di Komplek Gelora Kadrie Oening (1)

    0
    Kondisi Hotel Atlet saat ini di pasca MTQ ke 30. (FOTO: Tim/Undas)

    Hotel Atlet di Komplek Gelanggang Olahraga (Gelora) Kadrie Oening –Kota Samarinda– telah direhabilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur (Kaltim). Usai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX 2024, tempat tersebut kini ditutup sementara.

    KEPALA Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Prasarana Olahraga, Junaedi, menyatakan penutupan ini dilakukan seiring dengan pembahasan lebih lanjut terkait sistem pengelolaan hotel setara bintang 3 tersebut ke depan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Baginya, setelah digunakan untuk MTQ XXX 2024, pengelolaan sementara dilakukan guna memenuhi kebutuhan akomodasi bagi tamu dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk panitia Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). “Tapi untuk pengelolaan jangka panjang, pihaknya saat ini tengah membentuk tim yang bertugas menyusun skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan pihak ketiga,” katanya.

    “Kami tutup dulu hotel atlet ini karena pengelolaannya masih dalam pembahasan. Tim KSP akan dibentuk untuk menggodok kerja sama pemanfaatan. Proses ini memerlukan waktu yang cukup panjang karena kami harus mengumpulkan ide, regulasi, serta perangkat aturan lainnya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” timpal Junaedi.

    Tim KSP ini, urai Junaedi, terdiri dari berbagai unsur. Diantara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas PUPR, Biro Hukum, Biro PBJ, serta UPTD Pengelola Prasarana Olahraga yang mewakili Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.

    “Beberapa kali rapat telah dilakukan dengan BPKAD, namun masih banyak opsi yang perlu dibahas,” tukas Junaedi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Tujuan Pelatihan Bagi Para Pelatih

    0
    Pelatihan para pelatih yang digelar Dispora Kaltim, tahun lalu. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Pelatihan bagi para pelatih cabor menjadi salah satu program unggulan Dispora Kaltim. Selain meningkatkan kualitas, pelatihan ini juga mengajarkan kepada para pelatih bagaimana merancang program pelatihan bagi atlet. “Output dari pelatihhan ini tentu saja prestasi. Baik bagi atlet, pelatih, dan cabornya,” kata Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Lewat pelatihan seperti ini, kata Rasman, para pelatih juga membantu KONI Kaltim secara tidak langsung. Sebab, mereka bisa melakukan validasi terhadap program Latihan yang akan dilaksanakan atlet. “Pelatih punya pengetahuan lebih kuat terhadap cabor yang ditanganinya. Pengetahuan inilah yang menjadi sistem yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

    Rasman menyatakan, pasca pelatihan, para pelatih diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang profesional. Pun, mampu menciptakan industri olahraga yang bisa dikomersilkan. “Kalau sudah begitu, PAD juga akan ikut naik, dan mereka punya kontribusi besar terhadap itu,” ucapnya.

    Di lain sisi, lanjut Rasman, jika prestasi berhasil dicapai, kebanggan tak hanya dirasakan Kaltim. Tetapi juga bangsa dan negara jika berlaga di level internasional. Tugas pelatih itu berat, selain harus dapat mengibarkan bendera Ruhui Rahayu, juga mengibarkan bendera Merah Putih,” papar Rasman.

    Dia berpesan agar seluruh pelatih di masing-masing cabor tidak tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun saat melatih. Sebab, mereka juga harus memilih secara objektif kualitas atlet yang akan diterjunkan dalam sebuah kejuaraan tanpa pilih kasih.

    “Pelatih jangan sampai diintervensi. Lebih baik mundur dari pada mendapat intervensi dari pemimpin atau ketua cabor. Dan jangan ada sistem kasih sayang atau anak emas karena akan berbahaya untuk tim,” tukas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box