Beranda blog Halaman 45

    IPTEK Mempermudah Pekerjaan Gen Z

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora Kaltim berkomitmen terhadap pengembangan kapasitas pemuda. Terutama Gen Z. Tujuannya, menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dalam menyokong pembangunan di Benua Etam. Salah satu upaya itu adalah menyelenggarakan pelatihan khusus dibidang IPTEK.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menjelaskan tujuan utama dalam pelatihan IPTEK adalah untuk menambah informasi dan pengetahuan serta membantu mempermudah pekerjaan dalam kegiatan sehari-hari. “Kesempatan untuk menjadi kaya melalui literasi digital semakin terbuka dan kebanyakan mereka adalah anak muda,” katanya.

    Dengan adanya IPTEK, ujar Rusmuliadi, pengetahuan pemuda mengenai teknologi akan berkembang dan pemuda akan paham dengan berbagai teknologi yang ada saat ini. “Adanya IPTEK merupakan suatu pendukung untuk menyebarkan segala informasi dan pengetahuan mengenai berbagai teknologi yang ada saat ini dan kemungkinan teknologi yang akan diciptakan di masa depan,” ujarnya.

    Rusmuliadi berharap, adanya transfer knowledge dari narasumber ke peserta untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan produktivitas pendayagunaan IPTEK dalam menumbuhkan perekonomian yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan.

    “Di samping itu, mereka harus memiliki kedisiplinan dan motivasi serta kreativitas yang tinggi untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pintanya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Kecakapan Hidup Berikan Keterampilan Praktis

    0
    Suasana Pelatihan Kecakapan Hidup bertema menjahit di Loa Ipuh. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menyatakan Pelatihan Kecakapan Hidup (Lifeskill) memberikan keterampilan praktis kepada para pemuda. Itu sebabnya, bidang-bidang pelatihan yang diajarkan sangat dekat dengan mereka.

    Diantaranya eperti barbershop, desain grafis, dan lain-lain. “Mereka dididik di Pelatihan Kecakapan Hidup untuk terampil melakukan kegiatan,” katanya.

    Rusmuliadi mengatakan, Pelatihan Kecapkapan Hidup dapat menjadi ajang bagi pemuda untuk berkolaborasi. Pun sekaligus berinovasi dalam menciptakan solusi. Terutama menghadapi tantangan yang dihadapi. “Apalagi mereka nantinya terkait dengan hasil dari kegiatan pelatihan yang telah diberikan oleh Dispora Kaltim,” ujarnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Pasca mengikuti Pelatihan Kecakapan Hidup, para pemuda diharapkan sadar tentang tanggung jawab sebagai generasi penerus. Selain itu, para diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

    “Semua kecakapan hidup diikuti dulu, karena tujuan kami di sini untuk mengembangkan potensi kalian menciptakan lapangan kerja,” pungkas Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Olahraga Tradisional Kaltim Masuk 3 Besar Nasional

    0
    AA Bagus Surya Saputra, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Festival Olahraga Tradisional (Fotradnas) XIII 2024 di Parigi Moutong, Sulteng, jadi catatan penting bagi Benua Etam. Pasalnya, lewat event itu, Kalimantan Timur (Kaltim) mampu masuk dalam 3 besar.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kaltim melalui Tim Sanggar Seni Borneo Benuo Taka dari PPU, tampil memukau setelah menampilkan permainan olahraga tradisional kuno dari masyarakat Suku Paser, yaitu Tulang Uwok. Tulang Uwok sebelumnya hampir punah dan tidak pernah dimainkan lagi. Permainan ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang ditemukan di kawasan Api-Api dan sekitarnya di Kabupaten PPU.

    Dibalik itu, AA Bagus Surya Saputra, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, menyatakan Fotradnas tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Tetapi juga sebagai wadah untuk melestarikan budaya dan tradisi olahraga Indonesia, khususnya Kaltim.

    “Olahraga tradisional harus terus dilestarikan. Itu komitmen kami di Dispora. Di zaman yang serba modern ini, kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengenalkan permainan olahraga tradisional ini kepada generasi muda,” ucapnya.

    Fotradnas adalah sebuah acara tahunan yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan olahraga tradisional Indonesia. “Olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia,” ulasnya.

    Seperti provinsi lain, Kaltim menampilkan olahraga tradisional khas daerahnya. Tidak hanya menonjolkan aspek kompetisi, tetapi juga memperlihatkan keunikan budaya Kaltim. “Melalui Fotradnas, mereka yang jadi wakil Kaltim kami harapkan dapat lebih mengenal dan mencintai olahraga tradisional, serta menjaga keberlangsungannya di tengah arus modernisasi,” ungkapnya. (tim/adv)

     

    Facebook Comments Box

    Pembinaan Harus dari Hilir ke Hulu

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Eksistensi atlet di masing-masing cabor butuh sokongan lebih. Selain pemerintah, dukungan dari perusahaan juga diperlukan. Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menjelaskan pembinaan atlet dan cabor oleh perusahaan cukup eksis dilakukan beberapa tahun lalu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    PKT menjadi salah satu perusahaan yang konsisten melakukannya. Khususnya di cabor tenis meja. Sayangnya, hal ini tidak diikuti seluruh perusahaan yang beroperasi di Benua Etam. “Kami ingin perusahaan-perusahaan besar di Kaltim jadi bapak asuh. Artinya bukan sekadar pembinaan, tapi benar-benar dibina dari hilir sampai hulu,” katanya.

    “Masa sudah mengeruk (Sumber Daya Alam, Red.) di sini tidak ada kontribusi untuk masyarakat olahraga,” sambung Rasman.

     

    Baginya, ada sejumlah benefit yang didapatkan perusahaan yang melakukan pembinaan atlet dan cabor. Misalnya memasyarakatkan olahraga itu sendiri, dan prestasi. “Jika ada kejuaraan, nama perusahaan yang membina juga akan terangkat di dunia olahraga,” sebutnya.

    Rasman menyatakan, pembinaan yang dimaksud tak ubahnya yang dilakukan PKT maupun PT Djarum di Kudus, Jateng. Dimana pembinaan dimulai dari pembibitan, pemusatan, hingga pendidikan. “Kalau sekolah mereka bisa dititipkan di luar Kaltim. Karena di sana kompetisinya jalan. Kalau di sini cukup mahal,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dispora Kaltim Hadirkan Narasumber Kompeten di Pelatihan Kecakapan Hidup

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Narasumber di setiap Pelatihan Kecakapan Hidup (lifeskill) yang digagas Dispora Kaltim, bukan sosok sembarangan. Salah satunya adalah Sayoko Prasetyo, Chef Bogasari. Dia pernah didapuk untuk mengajarkan keterampilan membuat kuliner di Kutim, tahun lalu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Sejumlah keterampilan yang ditularkan koki ke peserta,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi.

    Keterampilan yang dimaksud, urai Rusmuliadi, diantaranya meracik bumbu ayam, kaldu mi ayam, minyak ayam, membuat kulit pangsit, hingga penyajian mi ayam. Hari berikutnya, peserta dilatih membuat kue karamel, vienuse cookies, pizza, roti taiwan, roti gulung abon, donat, dan bolu gulung borneo.

    Dari banyaknya keterampilan dan motivasi yang diberikan oleh narasumber dan Bidang Pengembangan Pemuda tentang semangat berwirausaha, Rusmuliadi berharap kepada peserta menjadi termotivasi dan terinspirasi untuk membuka lapangan kerja baru.

    “Semua kecakapan hidup yang telah ditularkan narasumber, diterima dengan baik oleh peserta dan rata-rata peserta juga terampil, sehingga selain mereka siap diterima di pasar kerja juga siap membuka lapangan kerja,” ujarnya.

    Rusmuliadi mengaku percaya dengan keterampilan yang akan dimiliki oleh calon peserta pelatihan. Sebab, para narasumber yang didatangkan merupakan orang ahli, terampil dan memang selama ini berkecimpung di bidang keterampilan yang dilatihkan. “Para peserta pelatihan kecakapan hidup layak membuka usaha atau berwirausaha,” ungkap Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pemuda di Paser Harus Ikut Ambil Bagian di Pembangunan IKN

    0
    Suasana salah satu pelatihan di Kabupaten Paser yang digagas Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) memberikan dampak yang besar bagi pemuda di Kabupaten Paser. Itu sebabnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) pernah memberikan bekal melalui Kegiatan Pengembangan Pemuda di 5 kecamatan di sana, beberapa waktu lalu. Diantaranya Tanah Grogot, Long Kali, Kuaro, Long Ikis dan Batu Sopang.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kata Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, di 5 kecamatan itu, Kegiatan Pengembangan Pemuda dilaksanakan lewat beragam pelatihan. Mulai dari kepemimpinan, kecakapan hidup (event organizer, content creator, videografi) dan fasilitasi organisasi/komunitas/kepemudaan/kepelajaran.

    “Kami berharap semangat dan antusiasme yang tercipta selama pelatihan terus berlanjut dan memotivasi para pemuda Kabupaten Paser untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mardareta.

    Selain itu, ia berharap, para pemuda di Kabupaten Paser bisa menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing. Kegiatan ini, pun diharap Mardareta, bisa menambah wawasan dan skill para pemuda dan pemudi di Kabupaten Paser dalam upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).

    “Kita semua tahu, Kaltim sekarang adalah bagian dari IKN. Jadi diharapkan SDM (Sumber Daya Manusia, Red.) para anak muda dan para pelajar, khususnya Kabupaten Paser yang sangat berdekatan dengan pusat pemerintahan ini, bisa turut serta dalam pembangunan daerahnya,” urai Mardareta.

    “Tentunya dari sini bisa lahir para pemimpin pemimpin andal, dan pemuda-pemudi yang berprestasi sebagai penerus generasi bangsa berikutnya,” timpalnya. (tim/adv)

     

    Facebook Comments Box

    Sosialisasi ke Sekolah, Dispora Kaltim Kenalkan Olahraga Tradisional

    0
    Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi olahraga tradisional ke pelbagai SD. Olahraga tradisional yang dikenalkan seperti balogo, engrang, gasing, hingga sumpit.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Selain sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang Pembudayaan Olahraga, hal ini juga dilakukan untuk memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda. Katanya, meski belum masuk kurikulum di sekolah-sekolah, sosialisasi ini diharapkan mampu mengajak generasi muda untuk menjaga warisan bangsa.

    Terutama olahraga tradisional dari Kaltim. “Setidaknya, siswa-siswa SD itu mengetahui dan mengenal lebih dulu olahraga tradisional ini,” katanya.

    AA Bagus Surya Saputra mengakui, upaya pelestarian olahraga tradisional membutuhkan waktu. Salah satunya karena kebanyakan siswa SD banyak yang belum mengetahui. “Anak-anak belum banyak yang tahu. Makanya kami turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan itu,” jelasnya.

    Dia memahami, saat ini, banyak siswa SD yang lebih menggemari bermain gawai. Majunya zaman sangat berdampak kepada atensi siswa SD yang lebih banyak ingin mengetahui teknologi via gawai. Makanya, sosialisasi ini dilakukan agar olahraga tradisional tersebut tidak terlupakan. “Olahraga tradisional ini kebanyakan hanya diketahui para orangtua,” paparnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Prestasi Turun, Dispora Kaltim Ajak Telusuri Penyebabnya

    0
    Atlet cabor dayung Kaltim dari Paser saat meraih medali perunggu di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, beberapa waktu lalu. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan menurunnya prestasi Kaltim di tingkat nasional saat ini harus disikapi bersama. Salah satunya, harus ditelusuri lebih dulu bagaimana hal ini bisa terjadi.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Dia mengatakan, menurunnya prestasi Kaltim bisa jadi karena kurangnya perhatian pembinaan usia dini. Jika itu telah dievaluasi, maka langkah selanjutnya adalah mengevaluasi cabor. “Kita tidak bisa menyalahkan secara sepihak begitu saja,” kata Rasman.

    Cabor di Kaltim, lanjutnya, saat ini cukup banyak. Rata-rata juga telah memenuhi syarat untuk menjadi anggota KONI Kaltim. Salah satunya adalah melakukan pembinaan.

    Di titik pembinaan inilah, jelas Rasman Rading, Dispora Kaltim menginginkan agar fokus kepada cabor yang memiliki banyak nomor pertandingan. “Setidaknya, cabor yang memiliki peluang juara. Jangan sampai kita bawa cabor cuma satu dengan biaya yang banyak tapi tidak mampu meraih medali,” ujarnya.

    Bagi Rasman Rading, gengsi di dunia olahraga tidak melihat Raihan medali perunggu dan perak. Melainkan medali emas. “Yang dilihat bukan medali perunggu dan medali perak, tapi medali emas. Biarpun medali perunggu dan peraknya banyak tapi emasnya sedikit, peringkatnya tetap di bawah,” ucapnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    1.000 Pemuda Ikuti Latihan Kepemimpinan dan Kecakapan Hidup Tahun Ini

    0
    (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora Kaltim mencatat 1.000 pemuda di Pelatihan Kepemimpinan dan Pelatihan Kecakapan Hidup, tahun ini. Angka itu berdasarkan jumlah partisipasi seluruh peserta di seluruh kabupaten/kota.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kata Rusmuliadi, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, dua program tersebut dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan. Tujuannya tak lain untuk dalam menghadapi tantangan. Khusus untuk Pelatihan Kepemimpinan, ditujukan untuk mencetak pemimpin masa depan yang memiliki wawasan luas dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. “Kami berharap mereka bisa membuat organisasi. Dimana organisasi itu untuk soliditas pemuda,” terangnya.

    Organisasi yang dimaksud, ujar Rusmuliadi, bisa saja fokus terhadap barbershop, barista, tata busana dan lainnya. “Intinya yang pernah dididik oleh Dispora Kaltim melalui pelatihan seperti ini,” jelasnya.

    Saat pelatihan berlangsung, para peserta tak hanya menyimak. Mereka juga dilibatkan dalam diskusi dan praktik agar dapat menerapkan ilmu yang didapat. Sebab, Rusmuliadi percaya, dengan membentuk organisasi, mereka mampu membuat terobosan.

    “Ini sebagai hasil dari partisipasi mereka dalam kegiatan pelatihan yang difasilitasi Dispora Kaltim. Mereka dapat saling mendukung dan berkolaborasi dalam mengatasi berbagai masalah sosial dan ekonomi di daerah leat organisasi yang mereka bangun,” paparnya.

    Rusmuliadi mendorong, para pemuda yang menbentuk organisasi tersebut untuk melibatkan alumni pelatihan yang telah dididik oleh Dispora Kaltim. “Itulah pelajarannya di pelatihan kepemimpinan,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Program PPAP Penting untuk Persatuan Pemuda se-Indonesia

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Benua Etam mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP). Dua pemuda terpilih untuk wakil Kaltim di Kaltara dan Bengkulu.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, mengatakan tahun ini peserta PPAP sebanyak 70 orang yang berasal dari 36 provinsi dan dilaksanakan dalam dua zona.

    Yaitu zona barat dengan titik pelaksanaan di Bengkulu dan zona tengah dengan titik pelaksanaan di Kaltara dan dilaksanakan selama satu bulan sejak awal Juli hingga Agustus lalu.

    “PPAP bertujuan untuk menggerakkan potensi sumber daya pemuda dan memaksimalkan partisipasi aktif mereka bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan bangsa,” katanya.

    Menurut Rusmuliadi, PPAP sangat penting untuk mengembangkan potensi dan mempererat persatuan antar pemuda dari seluruh Indonesia. “Maka dari itu, saya pesan kepada para peserta dari Kaltim untuk dapat belajar tentang budaya dan keragaman di sana,” jelasnya.

    Program PPAP, urai Rusmuliadi, menjadi kesempatan emas bagi para pemuda untuk mengulik keragaman budaya dan memberikan dukungan moral bagi para pemuda yang akan mengikuti program ini.

    “PPAP merupakan salah satu program Dispora Kaltim di Bidang Pengembangan Pemuda yang juga bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pemuda dalam mengembangkan potensi dan mempererat persatuan antar pemuda dari seluruh Indonesia,” tukas Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box