Beranda blog Halaman 46

    Biaya Kesehatan Makin Tinggi, Ini Pesan Bidang Pembudayaan Olahraga

    0
    Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Suriani, menyatakan beban biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah tahun lalu cukup tinggi. Biayanya bahkan mencapai 12,14 triliun dengan 15,5 juta kasus di Indonesia hanya untuk satu penyakit, yakni jantung. “Ini sesuai data SDI 2023 milik Kemenpora,” ucapnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Bagi Suriani, cara terbaik untuk menekan biaya kesehatan adalah dengan memilih langkah promotif dan preventif dalam mewujudkan kesehatan. Memang, segala sesuatu memang memerlukan alokasi anggaran juga. Pengalokasian anggaran yang tepat untuk program kesehatan promotif dan preventif sangat penting dilakukan untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

    “Hal tersebut merupakan langkah untuk meredam laju biaya tinggi kesehatan, terutama karena penyakit tidak menular,” tuturnya.

    Suriani berpesan, masyarakat harus giat berolahraga agar terhindar di pelbagai macam penyakit. Baik yang menular maupun tidak menular. “Kami dari Bidang Pembudayaan Olahraga mengajak masyarakat untuk selalu berolahraga agar bisa menjaga tubuh selalu sehat,” bebernya.

    Suriani menegaskan, hal ini tentu saja menjadi maslaah erius. Sebab produktivitas masyarakat menjadi turun. Bahkan kualitas generasi bangsa juga ikut merosot. “Makanya ini berdampak besar pada beban pemerintah karena penanganan penyakit idak menular membutuhkan biaya besar,” sebutnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Tiga Elemen Penting Ekosistem Olahraga

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga,Dispora Kaltim, Rasman, menyebut ada 3 elemen penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang kondusif. Diantaranya pemerintah, klub olahraga, dan masyarakat. “Ini tidak hanya berlaku di provinsi, tetapi juga di kabupaten/kota,” ungkapnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Bagi Rasman, lewat kolaborasi 3 elemen ini, ekosistem yang kondusif itu bisa terwujud. Makanya, Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga mendorong kolaborasi terjadi hingga ke kabupaten/kota agar semua cabor punya prestasi.

    Selain itu, saat ini, ada 11 cabor unggulan yang telah ditetapkan Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Diantaranya gulat, panahan, taekwondo, kriket, hockey, kempo, layar, silat, sepatu roda, angkat besi, dan tarung derajat. Secara keseluruhan, Kaltim sendiri memiliki 68 cabor. “Di luar cabor unggulan itu, cabor lain ini masih kami lakukan pembinaan,” ujarnya.

    Lewat pembinaan, Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga lalu membagi cabor-cabor tersebut dalam sejumlah kluster. Misalnya kluster unggulan, kluster andalan, hingga kluster harapan. “Dengan dukungan yang tepat, kami yakin atlet-atlet Kaltim dapat bersaing dan meraih medali di kejuaraan-kejuaraan bergengsi,” ucapnya.

    Melalui strategi ini, Rasman berharap cabor dapat mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah olahraga. Baik dari cabor unggulan maupun dari cabor lain yang dibina. “Kami akan usahakan pembinaan secara maksimal untuk tiap cabor,” tutupnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Domain Partisipasi dan Kepemimpinan Masih Rendah, Ini yang Dilakukan Dispora

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kaltim boleh saja berbangga diri dengan menempati posisi 3 nasional IPP dengan nilai 59,83. Kendati begitu, Dispora Kaltim mencatat Domain Partisipasi dan Kepemimpinan menjadi salah satu domain yang paling rendah di IPP. Untuk memperbaiki masalah itu, Dispora Kaltim melalui Bidang Pengembangan Pemuda, menggelar Pemilihan Pemuda Berprestasi Kaltim 2024.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rusmuliadi, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, menjelaskan rendahnya nilai di Domain Partisipasi dan Kepemimpinan, disebabkan sejumlah hal. Misalnya, minimnya keikutsertaan pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kurang aktifnya pemuda dalam kegiatan organisasi, hingga rendahnya partisipasi pemuda dalam kebijakan publik

    “Makanya pembangunan kepemudaan diarahkan pada SDM yang berkarakter, dinamis, produktif, terampil, dan menguasai IPTEK,” jelasnya.

    Rusmuliadi menerangkan, dalam upaya meningkatkan IPP Kaltim di Domain Partisipasi dan Kepemimpinan itulah, Pemprov Kaltim melalui Dispora Kaltim menyelenggarakan Pemilihan Pemuda Berprestasi Kaltim 2024.

    “Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi Pemprov Kaltim terhadap pemuda yang aktif berorganisasi, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan berprestasi dalam berbagai bidang kegiatan. Terakhir adalah mereka memiliki inovasi terhadap IPTEK,” terangnya.

    Disamping itu, Rusmuliadi mengingatkan, diperlukan kerjasama yang optimal dalam mempromosikan pemuda berprestasi yang memiliki pengabdian inggi kepada msyarakat. “Penyebarluasan kerjasama ini harus dilakukan secara bersama-sama,” tukasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pemuda Disabilitas Harus Dapat Tempat di Masyarakat

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Dispora Kaltim, melalui Bidang Pengembangan Pemuda, terus melakukan berbagai macam upaya untuk mendongkrak pembinaan pemuda penyandang disabilitas. Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menerangkan pembinaan kepada pemuda penyandang disabilitas tersebut sudah masuk dalam visi misi Pemprov Kaltim.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Kita melakukan pembinaan ini sebagai rangkaian dari visi misi pemprov. Kami juga sudah bentuk forum disabilitas Kaltim yang mengayomi para pemuda disabilitas,” ucap Rusmuliadi.

    Menurutnya pembinaan kepada pemuda penyandang disabilitas sangat penting dalam kemajuan suatu daerah. Sebab, dengan pembinaan itu, daerah telah membuka ruang kepada mereka yang merasa dipinggirkan. “Kami sudah konsen terhadap pembinaan pemuda disabilitas di Kaltim. Bahkan, forumnya sudah terbentuk juga di beberapa Kabupaten/Kota,” ujar Rusmuliadi.

    Lebih lanjut, Rusmuliadi juga menilai, masyarakat harus menerima pemuda penyandang disabilitas hadir di lingkungan mereka tanpa memandangnya rendah. “Mereka adalah bagian dari masyarakat yang selalu termarjinalkan. Penglihatan kita saja yang melihat mereka cacat, padahal mereka itu sebenarnya orang yang sempurna,” ujarnya Rusmuliadi.

    Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar mulai belajar memandang kekurangan seseorang sebagai sebuah anugerah Tuhan. Dengan begitu, para pemuda penyandang disabilitas dapat menerima dan diterima di tengah masyarakat.

    “Kita harus memberikan edukasi, agar mereka diayomi, dihargai, merasakan dampak positif kehadiran Pemerintah. Salah satu bukti kami sangat menghargai mereka, kami memiliki staf khusus juru bahasa isyarat,” sebut Rusmuliadi.

    Selain itu, Rusmuliadi mengaku selalu melibatkan pemuda disabilitas dalam setiap kegiatan mereka. Keterlibatan para pemuda disabilitas ini dianggap mampu memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa mereka juga mampu untuk bekerja seperti orang-orang yang dalam kondisi normal.

    “Mereka senang dilibatkan. Bahkan kami biasa memamerkan hasil karya para pemuda disabilitas ini. Semoga dengan sering dilibatkannya pemuda disabilitas, masyarakat juga bisa mengubah pemikiran mereka mengenai para pemuda disabilitas,” tutup Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini IPP Kaltim dalam 4 Tahun Terakhir

    0
    Suasana Pelatihan Kecakapan idup yang digelar Dispora Kaltim. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, mengungkap capaian Benua Etam di IPP dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Di 2021, IPP Kaltim berada di angka 52,5. Di 2022, angkanya naik menjadi 56,67. Lalu di 2023, naik kembali menjadi 59,83. Tahun ini, IPP Kaltim ada di angka 59,17. “Meski sedikit turun, tapi Kaltim secara umum ada di peringkat 5 nasional,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Rusmuliadi menyatakan, Pemprov Kaltim melalui Dispora Kaltim, berhasil meningkatkan IPP Kaltim melalui berbagai upaya. Tentunya, upaya itu dilakukan melalui ejumlah kegiatan i 5 domain IPP. Seperti Domain Pendidikan, Domain Kesehatan dan Kesejahteraan, Domain Lapangan dan Kesempatan Kerja, Domain Partisipasi dan Kepemimpinan, serta Domain Gender dan Diskriminasi.

    “Peningkatan IPP ini dicapai karena Dispora Kaltim terus melakukan berbagai Langkah. Misalnya menggelar pelatihan kepemimpinan, mendorong pemuda untuk bergabung di organisasi, dan fasilitasi usaha,” ujarnya “Lalu yang tak kalah penting adalah terus menggelar pelatihan kecakapan hidup (life skill) untuk mewujudkan pemuda menjadi mandiri dan memiliki daya saing,” ulas Rusmuliadi.

    Berbagai pelatihan kecakapan hidup yang telah dan akan terus dilakukan di tahun ini seperti pelatihan konten kreator, frozen food, tata rias, barber shop, anyaman rotan dan bambu, budidaya perikanan hingga produk hilir, budidaya pertanian hingga hilir, desain grafis, tata boga, perbengkelan, servis elektronik, dan lainnya.

    “Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan sebagai indikator IPP, sesuai amanah Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan,” tukas Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dinas Ketenagakerjaan Samarinda: Hak Kompensasi Pekerja PKWT Dijamin UU Cipta Kerja

    0
    Pekerja PKWT
    Mediator Dinas Ketenagakerjaan Kota Samarinda, Hilman saat dijumpai di tempat kerjanya, Senin (11/11). (Ist)

    UNDAS.ID, Samarinda – Mediator dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Samarinda, Hilman, menyampaikan pentingnya pemberian kompensasi bagi pekerja yang terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021. Dalam keterangannya yang disampaikan di kantor Dinas Ketenagakerjaan Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Senin (11/11), Hilman menekankan bahwa pengusaha wajib memberikan uang kompensasi ketika masa kontrak PKWT berakhir.

    “Pembayaran kompensasi bagi pekerja PKWT sudah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan PP 35 Tahun 2021 Pasal 15. Pengusaha wajib memberikan kompensasi ketika masa kerja berakhir, dengan minimal masa kerja satu bulan secara terus-menerus,” ujar Hilman.

    Hilman menjelaskan bahwa besaran kompensasi dihitung berdasarkan masa kerja. Jika pekerja terikat PKWT selama satu tahun, maka kompensasi yang diberikan setara dengan satu bulan gaji. Sedangkan jika masa kerja kurang dari satu tahun, perhitungan kompensasi dilakukan secara proporsional. Contohnya, untuk pekerja dengan masa kerja enam bulan dan upah sebesar Rp4.700.000, perhitungannya adalah masa kerja dibagi 12 bulan, kemudian dikalikan dengan satu bulan gaji, yaitu Rp4.700.000. Dengan demikian, pekerja tersebut berhak menerima Rp2.350.000 sebagai kompensasi.

    Peraturan ini bertujuan untuk melindungi hak-hak pekerja yang terikat PKWT agar mereka mendapatkan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hilman mendorong perusahaan dan pekerja untuk mempelajari lebih lanjut isi dari PP Nomor 35 Tahun 2021 terkait ketentuan PKWT ini, guna mencegah adanya sengketa yang merugikan pekerja di kemudian hari.

    Hilman juga menambahkan bahwa pekerja berhak mendapatkan kompensasi untuk setiap kontrak yang habis, baik saat perpanjangan kontrak PKWT maupun jika kontrak baru dibuat. “Kalau tidak dibayar, pekerja dapat menyurati pihak perusahaan, dan silakan ditembuskan kepada Dinas Ketenagakerjaan,” tandasnya. (*)

    Facebook Comments Box

    Cari Atlet Potensial di Kejuaraan

    0
    Salah satu lifter muda saat berlaga di kejuaraan angkat besi yang digagas Dispora Kaltim. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Beragam kejuaraan yang digelar Dispora Kaltim menjadi ajang tolok ukur menuju kejuaraan lain yang lebih tinggi. Dalam sejumlah kesempatan, kejuaraan-kejuaraan tersebut mampu membuahkan hasil. Salah satunya, menemukan atlet Kaltim yang potensial.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan Dispora Kaltim punya kewajiban menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan tersebut. Lalu, KONI Kaltim yang akan melakukan penyaringan atlet. “Tetapi dari pemerintah ada juga dari sisi pembinaan,” ucapnya.

    Selain menjelaskan perihal penyaringan atlet, Rasman mengungkapkan, kejuaraan-kejuaraan tersebut saat ini hanya meneruskan program yang sebelumnya telah berjalan. Diketahui, kejuaraan-kejuaraan yang telah dilaksanakan Dispora Kaltim kebanyakan berfokus pada pembinaan atlet usia dini. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan atlet usia muda di masa depan.

    “Semuanya terkait pembinaan. Misalnya PPLP kejuaraan angkat besi itu usia muda semua, renang juga usia muda, kemudian open turnamen nasional gulat, dan tenis meja pelajar. Semuanya lebih ke pembinaan usia dini,” urai Rasman.

    Dia menuturkan, Dispora Kaltim dalam hal pembinaan atlet bekerja sama dengan DBON, sedangkan untuk prestasi menjadi ranah KONI Kaltim. “Jadi kalau untuk akademi dan pembinaan atlet muda, kami bersama dengan DBON. Dan untuk prestasi wewenang KONI,” tuturnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Indikator 5 Domain di IPP Versi Kemenpora

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kasi Kepemimpinan, Kemitraan, dan Kepeloporan Kepemudaan, Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Rusmuliadi, menjelaskan 5 Domain IPP memiliki indikator masing-masing. Di Domain Pendidikan, misalnya, memiliki 3 indikator. Seperti rata-rata lama sekolah, APK Sekolah Menengah, dan APK Perguruan Tinggi.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Kalau di Domain Kesehatan dan Kesejahteraan, ada 4. Yaitu angka kesakitan pemuda, persentase korban kejahatan, persentase pemuda yang merokok, hingga persentase remaja perempuan yang sedang hamil,” kata Rusmuliadi.

    Indikator lainnya juga ada di Domain Lapangan dan Kesempatan Kerja. Misalnya, persentase pemuda wirausaha kerah putih dan tingkat pengangguran terbuka.

    “Domains selanjutnya Partisipasi dan Kepemimpinan. Indikatornya persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, persentase pemuda yang aktif dalam organisasi, dan persentase pemuda yang memberikan saran atau pendapat dalam rapat,” ujarnya.

    Terakhir adalah Domain Gender dan Diskriminasi. “Indikatornya terdiri dari angka perkawinan usia anak, persentase pemuda perempuan berusia 16–24 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA ke atas, sampai persentase pemuda perempuan yang bekerja di sektor formal,” jelas Rusmuliadi.

    Menurutnya, IPP adalah indeks komposit yang memberikan gambaran tentang status pembangunan pemuda berdasarkan 3 lapisan. Seperti pembangunan individu, penghidupan dan kesejahteraan dan partisipasi dalam berbagai kehidupan.

    “Ketiga pilar IPP ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Pemuda yang memiliki kualitas pendidikan dan kesehatan yang baik, serta memiliki peluang ekonomi yang luas, akan lebih mampu untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa,” terangnya.

    “Sebaliknya, pemuda yang aktif dalam masyarakat dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan kesejahteraan hidupnya,” tipal Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Jumat dan Minggu, Program Senam Bersama Dilaksanakan di Dua Tempat

    0
    Suasana senam bersama di depan eks Kantor Dispora Kaltim. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Stadion Utama Palaran dan Kompleks Gelora Kadrie Oening jadi tempat kegiatan senam bersama yang digagas Dispora Kaltim. Melalui Bidang Pembudayaan Olahraga, kegiatan ini rutin dilaksanakan Jumat dan Minggu pagi.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Menurut AA Bagus Surya Saputra, Kepala Bidang Pembudaya Olahraga, Dispora Kaltim, antusiasme masyarakat untuk berolahraga ini mengalami peningkatan yang siginifikan dalam beberapa tahun terakhir pasca pandemi COVID-19. “Olahraga sudah bukan lagi kewajiban, tapi kebutuhan bagi masyarakat,” ucapnya.

    Antusiasme yang tinggi itu, ujar AA Bagus Surya Saputra, terjadi karena masyarakat banyak yang berolahraga saat akhir pekan. Makanya, agar senam bersama ini berjalan lancar, pihaknya juga menghadirkan para instruktur yang paham dan mengerti tentang gerakan senam. “Kami memilih senam karena bisa melibatkan banyak masyarakat,” ungkapnya.

    Menariknya, ada dampak positif dari tingginya antusiasme masyarakat untuk berolahraga ini. Di dua tempat tersebut, mereka tak hanya melakukan senam bersama. Tetapi juga melakukan aktivitas olahraga lainnya seperti joging dan bersepeda.

    “Antusiasme masyarakat ini jadi semangat tersendiri bagi Dispora Kaltim, khususnya Bidang Pembudayaan Olahraga untuk terus berkreasi, berinovasi, dan berimprovisasi melahirkan program olahraga yang menyentuh langsung ke masyarakat,” tutup AA Bagus Surya Saputra. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Olahraga Prestasi Punya Investasi Jangka Panjang

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan olahraga prestasi merupakan investasi jangka Panjang. Tidak hanya bagi cabor, tetapi juga bagi Kaltim. Makanya, dia meminta agar hal ini tidak dipandang sebelah mata.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Olahraga prestasi tidak hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan karakter dan kemampuan mental atlet,” ujarnya. “Ini adalah upaya untuk membangun SDM yang unggul,” tambah Rasman.

    Dukungan dari berbagai pihak, ungkapnya, sangat penting. Termasuk dari masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para atlet. Dengan dukungan yang baik, diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

    Makanya, Rasman menegaskan, olahraga prestasi tidak bisa dianggal sepele. Sebab, ada jenjang karir yang jelas terhadap atlet di masa depan. “Ini bisa menjadi profesi yang layak untuk kita jadikan berkelanjutan,” ucapnya.

    Dengan membina dan memberikan perhatian pada olahraga prestasi, Dispora Kaltim sedang menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas di bidang olahraga. “Saya harap kesadaran akan pentingnya olahraga prestasi semakin meningkat dan tak diremehkan, sehingga Kaltim dapat bersaing dengan daerah lain dalam prestasi olahraga,” tandas Rasman. (tim/adv)

    Facebook Comments Box