Beranda blog Halaman 47

    Soal Sport Industry, Ini Kata Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga

    0
    Salah satu turnamen voli pantai di Balikpapan. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Peningkatan mengembangkan sektor sport industry, kini tengah menjadi fokus utama Dispora Kaltim. Selain sport tourism atau olahraga pariwisata, sektor sport industry dinilai sangat sangat potensial. Kendati demikian, dua hal tersebut memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Keterikatan tersebut yakni mengenalkan potensi pariwisata dan mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui bidang olahraga yang terselenggara melalui event-event memasyarakat.

    Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim Rasman, menerangkan, saat ini sport industry telah mebcakup cabang olahraga sepak bola yang diketahui sangat digemari oleh maayarakat luas. Selain itu, Dispora akan mendorong untuk memacu sport industry pada cabor bola voli dan bola basket. “Basket dan voli ini yang perlu dilakukan penekanan lagi untuk memacu industri,” ucapnya.

    Sektor industrialisasi olahraga, khususnya di sepak bola memang sudah cukup berjalan. Salah satunya dengan melihat kiprah Borneo FC sebagai satu-satunya klub di Kaltim yang mentas di kasta tertinggi sepak bola Indonesia yakni Liga 1.

    Pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan suporter, terkait pengadaan produksi merchandise. Selain, mampu menggerakkan ekonomi pedagang-pedagang kecil saat ada pertandingan. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dispora Kaltim Punya Program Binlat

    0
    Analis Kebijakan Ahli Muda, Rusmuliadi. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Rusmuliadi, ada program khusus yang telah disiapkan untuk para pemuda lokal yang ingin menjadi TNI, Polri, dan abdi negara pemerintahan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Binlat (Pembinaan dan Latihan, Red.) merupakan program khusus yang dimaksudkan untuk pemuda Kaltim agar mampu menjadi pemimpin muda nasional,” katanya.

    Lewat program ini, ujar Rusmuliadi, para pemuda Kaltim diajarkan pelbagai hal. Diantaranya bagaimana mengambil keputusan hingga bagaimana wawasan kebangsaannya terhadap Indonesia secara umum dan Kaltim secara khusus.

    “Mereka akan di asramakan. Lokasinya di Samarinda. Mereka juga menjalani pelatihan kepemmpnan, sekaligus bagaimana tes TNI dan Polri lewat jalur akmil dan akpol,” ungapnya. “Ini merupakan inovasi baru dari Dispora Kaltim,” sambung Rusmuliadi.

    Baginya, minimnya pemimpin di dunia militer, kepolisian, hingga pemerintahan lantaran tidak ada program khusus yang dibuat untuk calon opemipin berusia muda. “Kita mungkin belum mempersiapkan pemimpin kita sejak usia muda,” katanya. “Makanya kami siapkan program seperti ini sehingga mereka punya kapasitas sebagai pemimpin,” sambung Rusmuliadi. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Bidang Pengembangan Pemuda Punya Program Fasilitasi Organisasi Kepemudaan

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, menyatakan pihaknya memiliki program Fasilitasi Organisasi Kepemudaan. Wujudnya, selain bantuan untuk konsumsi di kegiatan organisasi kepemudaan, Bidang Pengembangan Pemuda juga merealisasikannya dalam bentuk pelatihan.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Menurut Mardareta, program ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 yang mengatur tentang kepemudaan, khususnya bagi mereka yang berusia 16 hingga 30 tahun. “Harapan kami, mereka akan menjadi tulang punggung masyarakat dan harus dibekali wawasan serta pengetahuan untuk mensukseskan program pemerintah,” katanya.

    Mardareta berharap, dari program ini akan lahir pemuda Kaltim yang mandiri, berjiwa wirausaha, dan memiliki jiwa kepemimpinan. “Kegiatan Fasilitasi Organisasi Kepemudaan biasanya meliputi pelatihan kepemimpinan, fasilitasi kepemudaan, dan pelatihan kecakapan hidup,” ujarnya. “Pelatihan kepemimpinan diberikan untuk mengembangkan kemampuan khusus para pemuda di Kutim,” timpal Mardareta.

    Selain tu, dia berharap, Fasilitasi Organsasi Kepemudaan ini dapat mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, kreatif, dan inovatif, serta mampu berkontribusi secara positif bagi pembangunan daerah dan bangsa

    Disamping itu menambahkan, program Fasilitasi Organisasi Kepemudaan bertujuan untuk mendorong pemuda aktif berorganisasi serta memotivasi mereka agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih besar. “Intinya, kami ingin memasyarakatkan pemuda aktif dalam organisasi,” jelasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ruang Terbuka dan Fasilitas Olahraga Jadi Faktor Utama Partisipasi Masyarakat

    0
    Salah satu fasilitas Gedung Latihan di Kompleks Gelora Kadrie Oening. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Ketersediaan ruang terbuka dan fasilitas olahraga yang ada di masyarakat merupakan faktor dominan yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik. Semakin banyak ruang terbuka dan fasilitas olahraga yang tersedia, maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Ruang terbuka dan fasilitas olahraga merupakan wujud nyata dari kebijakan negara yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat,” papar Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, Suriani.

    Seiring perkembangan waktu dan gaya hidup, Suriani menyadari, pola bermain anak-anak cenderung mengalami perubahan. Dari pola permainan yang banyak melibatkan fisik seperti sepakbola, lompat tali, dan gobag sodor menjadi permainan yang minim keterlibatan fisik seperti video games dan bermain puzzle.

    “Dari permainan tradisional seperti main kelereng, main layangan, dan petak umpet menjadi permainan modern seperti mobil remote control dan lego,” jelas Suriani.

    Perubahan tersebut, bagi Suriani, tampaknya memang sulit dihindar. Meski masih bisa dikelola untuk hal-hal yang lebih banyak mendatangkan manfaat bagi anak. Di sinilah, lanjut Suriani, tantangan olahraga pendidikan di sekolah. Terutama bagi guru pendidikan jasmani untuk kreatif dan inovatif dalam membelajarkan anak melalui kegiatan olahraga.

    “Terkait dengan maraknya permainan yang menggunakan teknologi seperti e-sport, guru pendidikan jasmani perlu inovatif mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam permainan video games tersebut,” sebutnya.

    Secara sederhana, e-sport didefiniskan sebagai kompetisi menggunakan video. Dilihat dari karakteristiknya, e-sport lebih menyerupai permainan (games) daripada olahraga (sport) yang membutuhkan keterlibatan aktivitas fisik secara dominan. E-sport lebih tepat dikategorikan sebagai mind sport, seperti catur dan bridge. Praktik e-sport yang identik dengan sedentary behaviourbertentangan secara diametral dengan spirit aktif bergerak.

    “Di laporan SDI 023 Kemenpora, disebutkan core business dari e-sport pada dasarnya adalah naluri bermain manusia yang ditransformasi ke dalam format elektronik yang
    berujung pada kapitalisasi ekonomi,” tandas Suriani. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dua Tempat Pembinaan Atlet Dievaluasi

    0
    Rasman, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) dan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Kaltim dievaluasi. Hal ini menyusul menurunnya prestasi Benua Etam di PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman, menyatakan sejak tak lagi berada di bawah Dispora Kaltim, performa SKOI Kaltim dianggap menurun. Hal itu tak hanya dilihat dari fisik atlet, tetapi juga histori prestasi di sejumlah ajang.

    “Mau tidak mau kami ambil alih sementara. Tetapi bukan sekolah, tapi seperti sentra-sentra olahraga,” ujarnya. “Kalau sekolah kan ada aturannya oleh Disdikbud Kaltim,” sambung Rasman.

    Selain itu, PPLP Kaltim yang menjadi bagian hilir olahraga, juga akan dievaluasi. Tujuannya tak lain untuk memperkuat prestasi atlet di pelbagai ajang. Apalagi, hampir 85 persen hasil didikan PPLP di seluruh Indonesia menjadi juara di sejumlah cabor.

    Artinya, pembinaan PPLP itu sangat dimungkinkan untuk diperbanyak di tingkat Kaltim. Apalagi PPLP dibiayai langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Tapi nanti di sini, dibiayai oleh provinsi,” ungkapnya.

    Menurut Rasman, baik SKOI Kaltim dan PPLP Kaltim, harus sejalan. Sebab, keduanya sama-sama menjadi pemusatan pelatihan. Namuan, dia mengaku menyayangkan kuota cabor yang masuk dalam PPLP Kaltim sangat minim. Diantaranya silat, panahan, dan taekwondo. “Ini menjadi evaluasi bersama. Artinya, sekolah olahraga itu harus menjadi perhatian pemerintah,” ulasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Pelatihan Kecakapan Hidup Paling Banyak Serap Anggaran

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, mengatakan Pelatihan Kecakapan Hidup (Lifeskill) menjadi salah satu program yang paling intens dilakukan. Target utamanya tak lain adalah pemuda. “Pelatihan Kecakapan Hidup dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim tiap tahun,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Meski tak membeber angka, program ini, diakui Mardareta, paling banyak menyerap anggaran. Alasannya, selain diselenggarakan di banyak daerah, juga diikuti ratusan peserta. “Selain itu pelatihan ini melibatkan banyak keahlian untuk peserta sesuai dengan domisilinya,” ujarnya.

    Makanya, lanjut Mardareta, pemilihan bidang yang dilatih juga tak sembarangan. Sebelum menggelar Pelatihan Kecakapan Hidup, Bidang Pengembangan Pemuda lebih dulu berkonsultasi dengan kelurahan atau kecamatan setempat. “Tujuannya untuk menggali informasi apa yang dibutuhkan pemuda di sebuah daerah,” sebutnya.

    Dari informasi itu, tutur Mardareta, Bidang Pengembangan Pemuda menjadi lebih paham pelatihan seperti apa yang akan diberikan kepada pemuda di sana. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Ini Alasan Dispora Kaltim Kerap Gelar Program Pelatihan

    0
    Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim, Bahri. (FOTO: Tim/Undas)

    UNDAS, SAMARINDA – Sejumlah pelatihan yang kerap dilaksanakan di berbagai kabupaten/kota oleh Dispora Kaltim, punya tujuan positif. Salah satunya meningkatkan daya saing.

    Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Kaltim, Bahri, mengatakan Dispora Kaltim ingin peran aktif pemuda sebagai agen perubahan bisa menghadapi persaingan yang pasti makin tinggi.

    Pelatihan Kecakapan Hidup, misalnya, mendorong para pemuda di Benua Etam agar mampu menumbuhkan minat yang bisa menghasilkan secara ekonomi. “Pelatihan ini biasanya tidak dipungut biaya. Para peserta yang disasar adalah pemuda dengan usia 16-30 tahun. Peserta yang diutamakan adalah mereka yang berdomisili di daerah pelatihan,” katanya.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Contoh lainnya, lanjut Bahri, adalah Pelatihan Kepemimpinan. Selain itu ada pula Pelatihan Fasilitasi Usaha, dan berbagai pelatihan lain. “Pelatihan seperti ini bukan hanya digelar di satu kabupaten/kota saja. Tetapi seluruh kabupaten/kota secara bertahap,” ujarnya.

    Menurut Bahri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dispora Kaltim menginginkan ouput dari program pelatihan ini benar-benar terwujud. “Jangan hanya sekadar mengikuti tanpa ada hasil,” ucapnya.

    Secara global, Indonesia memiliki tingkat kewirausahaan yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asean seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Rendahnya jumlah kewirausahaan di Indonesia berbanding lurus dengan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka.

    Hal ini bisa dipahami karena dengan rendahnya tingak kewirausahaan akan berdampak pada terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia untuk dapat menampung angkatan kerja.

    “Makanya salah satu upaya untuk meningkatkan minat angkatan kerja untuk berwirausaha, maka pemerintah perlu penyelenggarakan berbagai program pendidkan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja dalam mencari peluang penciptakan dan pengembangkan usaha melalui program pelatihan kecakapatan hidup,” tutup Bahri. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Sepak Bola Jadi Cabor Pilihan Anak dan Remaja

    0
    Sejumlah anak saat bermain di sebuah turnamen sepak bola yang digelar di Kutim. (FOTO: Ist)

    UNDAS, SAMARINDA – Cabor olahraga ternyata menjadi pilihan anak-anak di Tanah Air. Partisipasinya bahkan mencapai 29,5 persen atau setara dengan 6,4 juta anak. Hal ini berdasarkan laporan SDI 2023 yang dilansir Kemenpora.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Kata Suriani, Koordinator Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Bidang Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, angka itu benar dan sesuai dengan laporan SDI 2023 Kemenpora. “Sebenarnya dalam laporan itu bukan hanya sepak bola. Ada juga cabor lain yang menunjukkan jumlah partisipasi anak. Seperti voli, atletik, dan bulutangkis,” sebutnya.

    Di cabor atletik, jumlah partisipasinya mencapai 18,9 persen atau setara dengan 4 juta anak. Lalu di voli mencapai 14,2 persen atau setara dengan 3 juta anak. Terakhir bulutangkis sebesar 9,7 persen atau setara dengan 2,1 juta anak.

    “Data tersebut memberikan gambaran bagaimana anak dan pemuda melakukan olahraga berdasarkan jenisnya. Sepakbola, atletik, voli, dan bulutangkis menjadi olahraga yang populer bagi mereka,” beber Suriani.

    Dari aspek tujuan, sebagian besar anak dan remaja melakukan olahraga untuk kesehatan. Pada anak tujuan kesehatan sebesar 68,9 persen. Selain itu, melakukan olahraga untuk tujuan menjadi atlet, pada kelompok anak sebesar 10,7 persen.

    “Jika tujuan tersebut dikategorisasikan ke dalam prestasi dan nonprestasi, maka olahraga untuk tujuan nonprestasi pada anak sebesar 89,3 persen,” tuntasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Stadion Utama Palaran Berbenah, Bakal Jadi Sport Tourism

    0
    Stadion Palaran. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Sport tourism bukan sekadar wacana. Hal itu bakal direalisasikan di Stadion Utama Palaran, Kota Samarinda. Nantinya, di sana tak sekadar menjadi tempat olahraga. Tetapi juga wisata.

    “Beberapa tahun lalu di sana kami menerapkan konsep pelayanan, pendidikan, olahraga. Kedepan fungsi Stadion Utama Palaran akan kami tambah menjadi wisata,” jelas Junaedi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Prasarana Olahraga (PPO), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim).

    Banner Dispora Kaltim (1)

    Sport Tourism diusung agar masyarakat tak lagi mempermasalahkan jarak yang dianggap jauh menuju Stadion Utama Palaran. “Kenapa ada wisata? Karena Stadion Utama Palaran itu letaknya jauh. Coba perhatikan, tempat wisata yang jauh selalu dikunjungi. Saya ingin jadikan Stadion Utama Palaran itu jadi tempat wisata agar dikunjungi masyarakat,” ujarnya. “Dengan jarak yang jauh, kami coba dekatkan dengan program wisata,” tandas Junaedi.

    Junaedi mengungkapkan, di Stadion Utama Pakaran nanti akan dilengkapi dengan pelbagai fasilitas. Diantaranya flying fox, airsoft gun, hingga arena mobil Remote Control (RC). “Ini kan jadi wisata olahraga, jadi sport tourism,” ujarnya. Selain olahraga modern, UPTD PPO juga ingin memberikan ruang khusus kepada olahraga tradisional untuk dilestarikan di sana. “Itu dari segi wisata olahraganya,” terangnya.

    Pada intinya, UPTD PPO menginginkan agar Stadion Utama Palaran bisa dimanfaatkan ecara berkelanjutan. “Dengan begitu, masyarakat jadi terbiasa ke sana. Dan yang dianggap jauh menjadi dekat,” tukasnya. (tim/adv)

    Facebook Comments Box

    Dispora Kaltim Lakukan Verifikasi Lapangan di Pemilihan Pemuda Prestasi

    0
    Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta. (FOTO: TIM/UNDAS)

    UNDAS, SAMARINDA – Kabid Pengembangan Pemuda, Dispora Kaltim, Mardareta, menyatakan, Pemilihan Pemuda Prestasi Kaltim 2024 memiliki proses ketat di tahap seleksi. Selain harus lolos lebih dulu di tingkat kabupaten/kota, mereka juga harus melalui beragam tahap di tingkat provinsi.

    Banner Dispora Kaltim (1)

    “Salah satunya verifikasi lapangan. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa benar peserta yang mendaftar memiliki prestasi. Jangan sampai peserta mengaku saja,” ujarnya. “Proses verifikasi lapangan ini dilakukan setelah peserta lolos dalam penilaian administrasi,” ulas Mardareta.

    Katanya, ada 7 syarat wajib yang harus dipenuhi peserta Pemilihan Pemuda Prestasi Kaltim 2024. Selain berusia 16 tahun sampai 30 tahun, mereka juga harus melampirkan bukti keterlibatan dalam organisasi, bukti keterlibatan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, dan bukti prestasi dalam berbagai bidang kegiatan. “Syarat lainnya menyertakan portofolio tentang inovasi, penguasaan dan implementasi IPTEK,” ungkapnya.

    Di lain sisi, ada dua kriteria juga yang harus dipenuhi peserta. Yakni umum dan khusus. Untuk kriteria yang terakhir, peserta memperoleh penghargaan alam berbagai bidang yang didapat pada usia pemuda, yakni 16 tahun sampai 30 tahun. “Setelah emua tahap dilewati, kami akan menetapkan emenang i Oktober,” tutup Mardareta. (tim/adv)

    Facebook Comments Box